Rabu, 11 Mei 2016

Kampung Wisata Dipowinatan



Dipowinatan atau yang lebih dikenal dengan Dipowisata merupakan sebuah kampung yang terletak di tengah kota Yogyakarta dengan dinamika kehidupan sosial yang tidak berbeda dengan kampung yang lain, namun jika diperhatikan di sepanjang jalanan kampung sangat tertata dengan rapi, sehingga sangat menarik untuk dikunjungi. Tepatnya berada tidak jauh dari pusat kota kurang lebih hanya 1 km dari Malioboro dan 700 meter dari titik nol. Dari nol km kota Yogyakarta, kita hanya perlu ke arah timur hingga sampai perempatan Gondomanan, kemudian dilanjutkan ke selatan kira-kira sejauh 500 meter. Setelah sampai di Purawisata kita bisa langsung masuk ke arah timur untuk menuju lokasi Kampung Wisata Dipowinatan. Kampung Wisata Dipowinatan masuk ke dalam wilayah administratif Kelurahan Keprakan, Kecamatan Mergangsan, Kotamadya Yogyakarta, Provinsi DIY. 

Kampung wisata Dipowinatan diresmikan sejak tanggal 4 November 2006 dan dihadiri oleh tamu undangan luar negeri seperti Republik Ceko, Slovakia dan Colombia. Kampung wisata Dipowinatan ini namanya diambil dari nama kampung ini sendiri. Fokus dari kampung wisata ini menawarkan rutinitas kehidupan sehari-hari warga atau kehidupan sosial budaya masyarakatnya. Nah, dulunya kampung ini menjadi tempat tinggal bagi seorang Pangeran hingga wafat kemudian kampung ini dinamakan Kampung Dipowinatan. Dulunya kampung ini terdiri dari 2 kampung, karena di kampung ini hampir seluruhnya ditinggali oleh trah (keluarga) dari Pangeran ini dengan kebudayaannya yang masih kental dengan budaya dan adat Jawa. Kemudian dengan berjalannya waktu kampung wisata yang ini manjadi sebuah kampung wisata dengan branding sosial budaya.

Susunan Struktur Organisasi Kampung Wisata Dipowinatan

Atraksi wisata di kampung wisata Dipowinatan berbasis budaya tradisi, dikemas ke dalam budaya tradisi Jawa termasuk dengan mengenal pakaian adat. Disini wisatawan boleh mencoba, ataupun memakai pakaian Jawa, nah untuk pakaian yang disediakan yaitu pakaian adat gaya Jogja Mataram. Ukuran pakaian juga telah disesuaikan, bukan hanya untuk orang Indonesia yang postur tubuhnya pendek atau kecil, namun juga telah disediakan beragam ukuran pakaian untuk postur tubuh wisatawan mancanegara. Kemudian, untuk atraksi budaya tradisi Jawa lainnya yang terdapat di Kampung Wisata Dipowinatan meliputi:



-          The Enjoy Culture : atraksi ini meliputi tata cara penyambutan tamu dari pihak pengelola atau masyarakat Dipowinatan dengan menggunakan pakaian adat Jawa, untuk laki-laki menggunakan Beskap, kemudian untuk perempuan dengan kebaya beserta kondean atau memakai sanggul dan secara simbolis mengalungi bunga kepada tamu. Keunikannya lagi di kampung wisata Dipowinatan ini setelah upacara penyambutan tamu kemudian diberikan welcome drink berupa minuman “beras kencur”. Nah, untuk atraksi the enjoy culture yang lain berupa kegiatan belajar tentang kesenian yang dikembangkan oleh Dipowinatan, mencoba atau memakai pakaian adat, mengikuti kegiatan atau menyaksikan upacara tradisi seperti "Merti Golong Gilik" (ceremonial culture) 

-    Visiting Family : wisatawan akan diajarkan dalam hal membina keluarga, mendidik anak, bagaimana proses anaknya hingga tumbuh menjadi dewasa, kemudian menikahkan anaknya. Semua itu terkait dengan filosofi tradisi siklus daur hidup. Karena masyarakat Jawa sudah terikat tradisi sejak dalam kandungan yang meliputi tradisi mitoni (7 bulanan), kemudian anaknya lahir ada tradisi yang namanya brokohan, Tedak siten merupakan budaya warisan leluhur masyarakat Jawa untuk bayi yang berusia sekitar tujuh atau delapan bulan. Tedak siten dikenal juga sebagai upacara turun tanah. ‘Tedak’ berarti turun dan ‘siten’ berasal dari kata ‘siti’ yang berarti tanah. Upacara tedak siten ini dilakukan sebagai rangkaian acara yang bertujuan agar si kecil tumbuh menjadi anak yang mandiri. Tradisi ini dijalankan saat si kecil berusia hitungan ke-tujuh bulan dari hari kelahirannya dalam hitungan pasaran jawa. Perlu diketahui juga bahwa hitungan satu bulan dalam pasaran jawa berjumlah 36 hari. Jadi bulan ke-tujuh kalender jawa bagi kelahiran si bayi setara dengan 8 bulan kalender masehi. Kemudian si anak masuk akil baliq ada tradisi supitan (khitanan), kemudian ada tradisi ketika si anak menikah, hingga meninggal dunia.

-      Atraksi kuliner : meliputi kegiatan mulai dari pembelanjaan bahan makanan sampai pengolahan makanan dimana tamu dapat mengikuti segala kegiatan sesuai dengan reservasi awal.
Pembuatan arem-arem

-   Atraksi kerajinan : karena sebagian masyarakat Dipowinatan memiliki keahlian sebagai pengrajin khususnya membuat kerajinan yang sangat khas yang dibuat dengan bahan dasar tempurung luak, nah di sini wisatawan dapat mengikuti mulai dari proses pengolahan kemudian hasilnya dapat dibawa pulang sebagai oleh-oleh.


-   Interaksi sosial budaya : meliputi cara berkomunikasi dengan penduduk lokal dan adat masyarakat setempat. Hal ini banyak dilakukan oleh wisatawan mancanegara dengan mengenakan pakaian adat Jawa gaya Jogja Mataram untuk mengunjungi rumah-rumah penduduk untuk sekedar menyapa atau berinteraksi langsung dengan masyarakat, selain itu wisatawan biasanya bermain dengan anak-anak yang ada di kampung, dsb.
Berinteraksi dengan masyarakat (ketika tamu disuruh mencicipi makanan dari warga) 

-       SEGO KETAN artinya Sesarengan Golek Ilmu lan Kekarepan Ing Dipowinatan (bersama-sama mencari ilmu dan pengetahuan di Dipowinatan): hal ini terkait dengan budaya yang meliputi bagaimana mengenal budaya rumah Jawa, Pakaian adat Jawa, upacara tradisional Jawa, bagaimana merangkai hiasan janur yang spesifik untuk acara pernikahan.




           Kemudian yang selanjutnya selain atraksi wisata yang ditawarkan, ada pula kegiatan utama dari kampung wisata Dipowinatan yaitu blusukan, jadi dalam hal ini wisatawan keliling atau menjelajahi kampung Dipowisata ini.  
Blusukan Kampung 


Sasaran Pasar meliputi remaja, dewasa hingga orang tua karena mengingat sasaran utama dari kampung wisata Dipowinatan ini yaitu Eropa Timur pada khususnya dengan kajian yang dalam seperti argumen yang telah disampaikan dari pihak Dipowinatan (Bapak Sigit) karena pada tahun-tahun kemarin negara Eropa Timur sempat menjadi negara tertutup yang tidak memiliki atau tidak mempunyai hubungan diplomatik dengan negara lain. Sehingga banyak sekali negara seperti Ceko, Slovakia tidak mengetahui kehidupan di dunia luar. Ketika sudah menjadi global atau semakin modern, warga Eropa Timur bisa pergi kemana saja dan tentunya mereka memiliki daya beli yang cukup, sehingga mereka memiliki keinginan untuk berkeliling ke luar negeri terus. Tetapi saat ini kampung wisata Dipowinatan juga telah mengembangkan sasarannya ke negara-negara Jepang, India, dan Eropa Barat lainnya.
Wisatawan asing yang sedang mengisi buku tamu

     #Minat wisatawan lokal terhadap kampung Wisata Dipowinatan yaitu setelah adanya program paket “SEGO KETAN” hal ini sangat memikat minat wisatawan lokal baik di Yogyakarta maupun di luar Yogya, karena banyak minat dari mereka untuk belajar bagaimana membuat rangkaian janur yang unik untuk acara pernikahan, apalagi orang di luar Yogya pada umumnya yang ingin mengetahui banyak hal tentang upacara adat Jawa.
Ini adalah foto Bapak Marsito Merto dalam acara SEGO KETAN untuk memberikan penyambutan sekaligus beliau sebagai founder atau pencetus kampung wisata Dipowinatan 


Target Kunjungan, setiap tahun kampung wisata Dipowinatan menargetkan 1000 pengunjung. Berdasarkan pengalaman untuk wisatawan dari Eropa Timur ketika musim panas dan dingin sangat terasa sekali perbedaannya. Pada bulan Desember-Februari angka kunjungan Eropa Timur ke Dipowisata ini turun drastis, karena mereka lebih banyak menghabiskan waktu di negaranya. Pada bulan Januari-Februari orang Eropa Timur baru memasuki tahapan penyusunan perjalanan. Pada bulan Maret-April orang Eropa Timur sudah memulai melakukan perjalanan. Untuk puncak perjalanan atau kunjungan wisata dari Eropa Timur di bulan Juni-Juli. Tetapi dari pihak pengelola sendiri telah mempunyai akumulasi pada tahun 2015 telah dikunjungi oleh 600-800 tamu. Walaupun dengan tingkat kunjungan yang sedikit, tetap dengan perhitungan harga tinggi dan terkendali. Target pengunjung sejak tahun 2014 yaitu 1000 orang namun belum tercapai, dan hanya 800an orang saja. Untuk tahun 2016 ini tetap sama targetnya yaitu 1000 orang, mengingat juga bahwa kunjungan wisatawan tergantung pada konsidi-kondisi tertentu, misalnya ketika di Eropa terjadi gunung meletus maka akan terjadi banyak penerbangan yang gagal, kemudian negara yang memberikan travel warning akan sangat mempengaruhi tingkat kunjungan khususnya ke Dipowisata ini sendiri.

Jam operasional atau waktu penyelenggaraan kampung Wisata Dipowinatan dulunya untuk kunjungan wisatawan tergantung pada kesiapan masyarakat setempat dalam menerima tamu, karena dulunya ketentuan reservasi maksimal 1 hari sebelum hari H, kemudian dengan kesiapan yang semakin baik dari pihak Dipowisata kini sudah berani menerima tamu setiap saat atau sewaktu-waktu misal pagi, siang, atau sore bahkan malam hari dengan tujuan tidak mengganggu mood wisatawan yang ketika datang waktu pagi hari namun masih ditunda untuk sore hari seperti itu. Kampung wisata ini dulunya berasal dari kegiatan sosial masyarakat yang bergantung pada kegiatan sosial budaya seperti ketika waktu senggang, kemudian ketika sudah di claim menjadi sebuah kampung wisata pihak masyarakat sudah merasa memiliki konsekuensi untuk menjadi profesional, bahkan sekarang sudah menggunakan sistem, membuat data base, dan sudah mempunyai struktur pembagian pengelolaan seperti warga yang siap ketika menerima tamu dipagi hari, siang hari, sore hari, dan malam hari. Jadi sewaktu-waktu masing-masing kelompok pengelola (masyarakat Dipowinatan) siap untuk menerima tamu.

Amenitas dan Akses, berkaitan dengan fasilitas yang diberikan kepada wisatawan berupa souvenir free yang sudah masuk dalam paket. Untuk souvenir biasanya berupa gantungan kunci yang spesifik terbuat dari tempurung luak. Kemudian banyak juga disediakan berbagai pilihan warna jadi mereka bisa memilih sendiri sesuai dengan kesukaan. Karena dari awal sudah memiliki data base dari wisatawan yang berkunjung, jadi ketika blusukan kampung nama-nama mereka sering ditempel di papan depan rumah penduduk. Hal ini tentunya memberikan pengalaman tak terlupakan kepada wisatawan. Selain souvenir, ada fasilitas lain yang diberikan kepada tamu yaitu berupa soft dokumen selama mereka berkunjung atau belajar budaya tradisi di kampung Wisata Dipowinatan. Ketika kita menginap di home stay sudah disediakan fasilitas layanan dasar yang berupa sarapan. Jika wisatawan menginginkan makan siang atau malam maka akan dikenakan charge. Untuk menu disesuaikan dengan keinginan wisatawan, kemudian dalam proses pembuatan masakan tersebut ada sebuah kegiatan untuk melakukan pembelanjaan bersama, dan masak bersama. Fasilitas lain berupa transportasi, jika tamu di arrange sendiri dari pihak Dipowisata maka akan disediakan fasilitas trasportasi untuk penjemputan di bandara dengan bus misalnya, karena mengingat kita juga tidak hanya berkeliling di Dipowinatan tetapi juga telah dipersiapkan untuk City Tour ke Kraton, Taman Sari, Prambanan.

Amenitas di Kampung Wisata Dipowinatan berupa home stay (cesky dum), kamar mandi, pendopo tempat pementasan, serta gedung tempat latihan kesenian. Akomodasi di Dipowinatan ini sendiri meliputi cesky dum dalam bahasa Ceko artinya rumah Ceko yang digunakan dalam rangka menyambut tamu dalam artian tamu itu menjadi bagian dari keluarga, sehingga dalam hal ini akan terjadi kolaborasi budaya. Untuk tamu atau wisatawan yang ingin menginap juga telah disediakan home stay. Ada 3 home stay yang telah dipersiapkan meliputi 5 kamar, 2 kamar, dan 3 kamar. Karena kampung wisata Dipowinatan di desain bukan untuk mass tourism tetapi untuk grup kecil, family group, atau wisata dalam paket-paket khusus, tetapi harga tetap tinggi. Hal ini bertujuan untuk tetap menjaga kelestarian dari tradisi budaya masyarakat setempat.

Akses, tepatnya berada tidak jauh dari pusat kota kurang lebih hanya 1 km dari Malioboro dan 700 meter dari titik nol. Dari nol km kota Yogyakarta, kita hanya perlu ke arah timur hingga sampai perempatan Gondomanan, kemudian dilanjutkan ke selatan kira-kira sejauh 500 meter. Setelah sampai di Purawisata kita bisa langsung masuk ke arah timur untuk menuju lokasi Kampung Wisata Dipowinatan. Kampung Wisata Dipowinatan masuk ke dalam wilayah administratif Kelurahan Keprakan, Kecamatan Mergangsan, Kotamadya Yogyakarta, Provinsi DIY.

Pemasaran kampung wisata Dipowinatan melalui website http://www.dipo-wisata.com dan http://dipowisata.blogspot.com selain itu, membangun komunikasi seperti dengan Pak Marsito yang memanfaatkan warga Indonesia yang sampai saat ini masih tinggal di Ceko. Jadi ada semacam cabang atau ada pihak pengelola (pihak penyalur) dari negara Eropa Timur sehingga tetap menjadikan kampung wisata Dipowinatan ini banyak diminati oleh wisatawan Eropa Timur. Dipowisata ini juga telah memiliki sistem komunikasi pasca kunjungan, jadi setiap tamu yang datang pengelola berusaha berusaha untuk mendapatkan by name, dan contact person. Kemudian tim data base Dipowisata selalu menyapa kembali wisatawan yang pernah berkunjung ke Dipowisata.

Catatan Kritis:
            Saya sangat setuju dengan paket atau atraksi yang dikembangkan oleh masyarakat Dipowinatan sampai saat ini, karena masih mengangkat budaya tradisi tradisi Jawa pada umumnya dengan kata lain masih mengangkat tema kehidupan asli warga kampung di Yogyakarta pada khususnya, baik dari pakaian adat, upacara adat dimana sudah mulai ditinggalkan oleh banyak orang. Kemudian untuk masalah home stay dengan kuota yang sedikit atau dengan tujuan bukan untuk mass tourism tentunya akan membantu tetap terpeliharanya budaya yang ada di Dipowinatan, walaupun wisatawan banyak yaang berkunjung, namun yang bisa menginap hanya sedikit hal ini tentunya tidak akan terlalu berpengaruh terhadap sosial budaya masyarakat, sehingga dampaknya dapat terkendali. Jika wisatawan terlalu banyak atau yang menginap cukup banyak tentunya dampak negatif yang ditimbulkan akan langsung dirasakan oleh masyarakat. Untuk masalah lokasi sendiri, kampung Wisata Dipowinatan ini sendiri sangat sempit menurut saya, sehingga akses jelajah atau blusukan hanya dapat dilakukan dengan jalan kaki. Dengan rumah penduduk yang sangat padat, menurut saya untuk wisatawan rombongan yang terlalu banyak tidak bisa blusukan di kampung ini. Namun secara geografis, tata letaknya sangat mudah dijangkau dengan dilengkapinya papan petunjuk yang bisa menghantarkan kita sampai di tempat tujuan yaitu kampung wisata Dipowinatan.
Sekiranya itu saja catatan dari saya, kurang lebihnya saya mohon maaf, terimakasih. 

Paket Wisata Dipowinatan
1.      Paket Mawar ( Paket dasar )
Itinerary :
09.00 – 09.30 : Upacara Penyambutan
·         Penyambutan dengan Bregodo Keprajuritan
·         Pengalungan Bunga
·         Minuman Selamat datang “Beras Kencur” dan Mineral Water
09.30 – 09.40 : Penjelasan Progam
09.40 – 10.10 : Atralsi seni pertunjukan Musik Garapan kolaborasi music Gamelan dan     Modern
10.10 – 11.00 : Blusukan Interaktif ( Rambling )
11.00 – 11.45 : Atraksi Kerajinan Tatah Sungging Wayang/Kerajinan Tas Kulit (Workshop singkat)
11.45 – 12.15 : Atraksi Seni Hiasan Janur (Workshop Singkat)
12.15 – 13.00 : Atraksi Seni Tari Klasik Gaya Yogyakarta – Teh & Snack – Souvenir
Keterangan :
·         Durasi             : 3 s/d 4 jam
·         Price               : $15 /pax – minimal 20 pax
·         Fasilitas          : Pemandu Lokal – Soft Copy document

2.      Paket Melati
Itinerary :
09.00 – 09.30 : Upacara Penyambutan
·         Penyambutan dengan Bregodo Keprajuritan
·         Pengalungan Bunga
·         Minuman Selamat datang “Beras Kencur” dan Mineral Water
09.30 – 09.40 : Penjelasan Progam
09.40 – 10.00 : Atraksi Seni Karawitan
10.00 – 10.30 : Blusukan Interaktif ( Rambling )
10.30 – 11.00 : Atraksi Kuliner pembuatan arem-arem ( Workshop Singkat )
11.00 – 11.30 : Atraksi Seni Hiasan Janur ( Workshop Singkat )
11.30 – 12.00 : Edukasi Budaya Javanis Culture
12.00 – 13.00 : Atraksi Seni Tari Klasik Gaya Yogyakarta – Makan Siang – Teh & Snack – Souvenir
Keterangan :
·         Durasi             : 4 s/d 5 jam
·         Price               : $20
·         Fasilitas          : Pemandu Lokal


3.      Paket Melati Plus
      Itinerary
       09.00 – 09.30 : Upacara Penyambutan
·         Penyambutan dengan Bregodo Keprajuritan
·         Pengalungan Bunga
·         Minuman Selamat datang “Beras Kencur” dan Mineral Water

09.30 – 09.40 : Penjelasan Progam
09.40 – 10.30 : Atraksi Seni Pertunjukan Karawitan ( Interaktif )
10.30 – 11.30 : Blusukan dan Berkunjung ke Keluarga Jawa ( Interaksi )
11.30 – 12.00 : Atraksi Kerajinan Kulit ( Workshop Singkat )
12.00 – 12.30 : Atraksi Seni Hias Janur
           12.30 – 13.00 : Atraksi Seni Tari Klasik Gaya Yogyakarta – Makan Siang – Teh & Snack – Souvenir
         13.00 – 14.00 : Special Program merayakan ulang tahun, hari jadi pernikahan, pesta nama, dll







Tidak ada komentar:

Posting Komentar